Seperti kita ketahui saat ini tajen tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat kita, dan boleh dikatakan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi para penggemarnya. Kita tau kalau tajen melanggar hukum tapi kita juga harus memikirkan bagaimana sedih dan bingungnya saudara-saudara kita jika tidak menyaksikan tajen.
Tajen memang membuat banyak orang menjual harta warisannya, menelantarkan keluarganya dll, tapi tajen juga sangat mempengaruhi ekonomi di desa kita tercinta. Kita juga harus memikirkan bahwa banyak dari saudara-saudara kita yang menggantungkan hidupnya dari arena tajen, tanpa tajen mereka harus mencari uang di mana untuk mengidupi keluarganaya, bayar sekolah anaknya dll.
Bukan hanya para bebotoh yang di untungkan dari tajen, mulai dari tukang ojek sampai pedagang di pasar pun ikut merasakan. Dengan ada tajen penumpang ojek menigkat, daya beli masyarakat meningkat. Tajen merupakan warisan tradisi turun menurun, Tapi apakah tepat jika kita mengajarkan generasi kita untuk metajen? Siapasih yang ingin memiliki anak sebagai penjudi?.
Yang saya tau, seorang penjudi pun tidak menginginkan anaknya untuk menjadi seorang penjudi. Saya sendiri adalah orang yang tidak di untungkan ataupun di rugikan dengan keberadaan tajen, tanpa bermaksud membela penikmat tajen ataupun menghujat penikmat tajen, saya hanya ingin minta pendapat saudara-saudara,
Apa kira-kira yang bisa kita lakukan menyikapi permasalahan tajen dan masyarakat kita ???
Oleh : Granat![]()
Pan Balang Tamak
14 years ago







